Thursday, 16 February 2012

BFF

Assalamulaikum w.b.t

“Maha suci Allah yang menciptakan berpasang-pasangan semuanya, diantara apa-apa yang tumbuhkan bumi dan dari diri mereka sendiri dan dari apa-apa yang tidak mereka ketahui.” (Ya Sin : 36)

KAWAN sejati ialah orang yang mencintaimu meskipun telah mengenalmu dengan sebenar-benarnya iaitu baik atau burukmu.

HATI yang terluka umpama besi bengkok walau diketuk sukar kembali kepada bentuk asalnya.

ORANG-ORANG yang paling berbahagia tidak selalu memiliki hal-hal terbaik, mereka hanya berusaha menjadikan yang terbaik dari setiap hal yang hadir dalam hidupnya.

SAHABAT yang setia bagai pewangi yang mengharumkan.
SAHABAT sejati menjadi pendorong impian.
SAHABAT berhati mulia membawa kita ke jalan Allah.

KASIHKAN manusia lepaskan dia kepada pilihan dan keputusannya kerana disitu tanda kita gembira melihat insan yang kita sayangi beroleh kebahagiaan

"Boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi pula kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu, Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahui."

(Al Baqarah:216)


KEMAAFAN mungkin amat berat untuk diberikan kepada orang yang pernah melukai hati kita.  Jangan sekali Kemaafan yang diminta hanya sekadar melepaskan batuk ditangga.
Tetapi hanya dengan memberi kemaafan sahajalah kita akan dapat mengubati hati yang telah terluka.  Kemaafan yang di beri secara ikhlas umpama pisau bedah yang boleh membuang segala parut luka emosi.

“Jika kamu melahirkan sesuatu kebaikan atau menyembunyikan atau memaafkan sesuatu kesalahan (orang lain), maka sesungguhnya Allah lagi Maha Pema’af lagi Maha Kuasa”.    (An Nisaa’ : 149)

Kita hanya boleh membentuk diri kita sebagai insan yang berfungsi sepenuhnya, Ini tidak bermakna kita tidak mengalami cacat cela.
Kerana manusia itu dibekalkan dengan naluri dan sifat ghaflah serta nasigan iaitu lupa dan lalai"
  
“Dan barang siapa mengerjakan kejahatan dan menganiaya dirinya, kemudian dia mohon ampun kepada Allah, nescaya ia mendapati Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”.  (An Nisaa’ : 110)


Thursday, 9 February 2012

BALASAN SURGA BAGI PARA WANITA

Assalamualaikum...

Keadaan wanita di dunia ini tidaklah lebih dari:

Mereka meninggal sebelum sempat menikah.
Mereka meninggal setelah diceraikan suaminya, dan belum sempat menikah
dengan yang lain.
Mereka telah menikah, akan tetapi suaminya tidak bersamanya di surga, semoga
Allah SWT melindungi kita dari hal ini.
Mereka meninggal setelah suaminya meninggal.
Suaminya meninggal dan mereka tetap tidak bersuami baru hingga meninggalnya.
Suaminya meninggal kmudian merekapun dinikahi oleh laki-laki lain. Keadaan
di atas masing-masing kelak akan mempunyai balasan tersendiri saat mereka di
surga sebagai berikut:

Wanita yang meninggal sebelum sempat menikah, maka Allah SWT akan menikahkan
mereka di surga dengan seorang laki-laki dari penduduk dunia, ini
berdasarkan sabda Rasulullah saw.:

"Di surga tidaklah ada orang yang membujang (tidak memiliki pasangan."(Hr.
Muslim).

Syeikh Ibn 'Utsaimin berkata: "Apabila seseorang belum menikah, yaitu
seorang wanita di dunia ini, maka sesungguhnya Allah SWT akan menikahkan
dengan laki-laki yang ia sukai di surga. Karena kenikmatan surga tidaklah
hanya khusus untuk laki-laki saja, akan tetapi semuanya adalah juga untuk
laki-laki dan wanita termasuk bentuk kenikmatan (surga) adalah
perkawinan."(Al-Majmu' al-Tsamin, 1/175).

Dan juga seperti mereka yang meninggal setelah diceraikan, wanita yang
suaminya tidak masuk surga. Syeikh Ibn 'Utsaimin berkata: "Seorang apabila
termasuk ahli surga dan belum menikah atau suaminya tidak termasuk ahli
surga, maka sesungguhnya bila ia masuk surga, di sana akan ada laki-laki
ahli surga yang akan memperisterinya." (Al-Majmu' al-Tsamin, 1/173)
Maksudnya akan menikah dengan salah seorang dari mereka.

Wanita yang meninggal setelah sempat menikah, maka saat di surga ia untuk
suaminya yang dahulu.

Wanita yang suaminya meninggal kemudian tetap tidak menikah setelah kematian
suaminya hingga ia pun meninggal, maka ia akan tetap menjadi isterinya di
surga.

Wanita yang suaminya meninggal dan kemudian menikah dengan laki-laki lain,
maka ia untuk suami yang paling terakhir, walaupun sempat menikah
berkali-kali, berdasarkan sabda Rasulullah saw.:

"Wanita adalah untuk suami terakhirnya."(Silsilah al-Ahadits al-Shahihah li
al-Albani, 1281).

Dan berdasarkan perkataan Hudzaifah ra. kepada isterinya: "Jika kamu tetap
ingin menjadi isteriku di surga, maka janganlah menikah dengan siapapun
sepeninggalku. Sesungguhnya wanita saat di surga adalah untuk suami
terakhirnya di duania karena itulah Allah SWT pun mengharamkan isteri-isteri
Nabi untuk dinikahi oleh orang lain sepeninggalnya, karena mereka itu kelak
akan menjadi isteri-isterinya di surga." (Silsilah al-Ahadits al-Shahihah li
al-Albani, 1281).

Petanyaan: Bila ada yang berkata: "Sesungguhnya tersebut dalam do'a jenazah
kita membaca:

"Dan gantikanlah (untuknya) suami yang lebih baik dari suaminya (yang
terdahulu)."(Hr. Muslim).

Maka jika ia telah bersuami, bagaimana kita mendo'akan untuknya dengan do'a
seperti itu dan kita mengetahui bahwa suami di dunia akan menjadi suami di
surga, akan tetapi bila ia belum mempunyai suami dimanakah suaminya ?

Jawaban: Adalah seperti yang disebutkan oleh Syeikh Ibn 'Utsaimin yaitu:
"Jika dia belum menikah, maka yang dimaksud adalah suami yang lebih baik
dari suami yang ditakdirkan untuknya jika dia tetap hidup. Adapun jiaka dia
sudah menikah, maka yang dimaksud dengan suami yang lebih baik adalah yang
lebih baik sifat-sifatnya di dunia, karena yang disebut dengan menggantikan
adalah bisa dengan menggantikan orangnya seperti bila kita menukar kambing
dengan unta, atau bisa dengan mengganti sifat-sifatnya seperti bilamana kita
berkata: semoga Allah menggantikan kekufuran orang itu dengan keimanan, atau
seperti pada firman Allah SWT:

(Yaitu) pada hari (ketika) bumi diganti dengan bumi yang lain dan (demikian
pula) langit,. (QS. Ibrahim:48). Dimana buminya adalah tetap bumi ini akan
tetapi diratakan dan langitnya adalah tetap langit ini akan tetapi
terbelah." (Al-Bab al-Maftuh, 3/23-24).

Friday, 3 February 2012

Allah Maha Agung

Alhamdulillah, bersyukur kita ke hadrat Allah S.W.T kerana pada hari ni Dia masih memberi kita ruang dan peluang untuk menghirup udara yag segar milikNya ini. Pada petang ini, saya ingin berkongsi dengan teman-teman yang saya sayang hanya kerana Allah S.W.T mengenai Allah adalah sebaik-baik perancang. 

Dalam hidup ini tidak semuanya indah, langit tidak selalunya cerah dan bukan semua yang kita mahukan akan kita perolehi. Kadang-kadang kita mengeluh dan kita akan berkata "Kenapa la nasib aku macam ni?", "Kenapa aku kena hadapi semua ni?" tetapi kita lupa bahawa di atas semua yang berlaku terhadap diri kita pasti ada hikmahnya. 

Kadang kala kita merancang sesuatu dengan penuh teliti, penuh berhati-hati. Dan saat itu, kita merasakan apa yang kita rancang pasti kita akan berjaya. Namun, hampir sahaja ianya menampakkan hasil,kita gagal. Di situ kita lupa, sehebat manapun kita merancang tetapi jika Allah tidak mengizinkannya ia pasti tidak berjaya. Kita haruslah sedar, Allah adalah sebaik-baik perancang. Dan hanya Allah yang bisa memandu hati-hati hambaNya ke arah jalan yang terbaik buat hambaNya. Kita juga jangan mudah berputus asa, jika kita temui kegagalan, kita tempuhi agar kita mencapai kejayaan. Orang yang berusaha, pasti akan mendapat hasilnya. 

Percayalah, Allah tidak menguji seseorang melebihi dari kemampuan hambaNya. Dan setiap perkara yang datang itu adalah dari Allah yang ditetapkan olehNya demi kebaikan hambaNya. Semoga kita sentiasa menerima setiap dari ketentuan Allah itu dengan redha.

Yang dipuji dan dikeji

Mengapakah,
Percaturan hidup ini tidak adil?
Yang cantik dipuji,
Yang hodoh dikeji,
Bukan kita yang meminta,
Ia takdir pencipta,


Cuma satu yang dipinta,
Yang dipuji usah meninggi diri,
Ingat satu masa,
Semuanya akan hilang,
Yang cantik tetap akan hodoh,
Semuanya hanya sementara,
Pinjaman Yang Maha Esa.


Yang dikeji usah menyembunyi,
Apa perlu dipeduli,
Kau penentu diri,
Bukan Wajah yang dipuji atau dikeji.


Nantikan tiba hari,
Yang cantik dan yang hodoh,
kan menghadap illahi,
Kalau rumahnya jarang dikunjungi,
kemana hala diri?
Apa nak jadi,
SyurgaNya jangan dimimpi,
Ingatlah wahai teman sejati,
Ganjarannya hanya yang memiliki hati yang suci.